http://compteur.cc/

Tampilkan postingan dengan label Wasiat dan Nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wasiat dan Nasihat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 November 2012

Hukum Hutang Piutang berdasarkan hukum ISLAM

muapsein.blogspot.com
 Kata hutang dalam kamus bahasa Indonesia terdiri atas dua suku kata yaitu “hutang” yang mempunyai arti uang yang dipinjamkan dari orang lain.[1] Sedangkan kata “piutang” mempunyai arti uang yang dipinjamkan (dapat ditagih dari orang lain).[2]

Sedangkan menurut ahli fiqih hutang atau pinjaman adalah transaksi antara dua pihak yang satu menyerahkan uangnya kepada yang lain secara sukarela untuk dikembalikan lagi kepadanya oleh pihak kedua dengan hal yang serupa. Atau seseorang menyerahkan uang kepada pihak lain untuk dimanfaatkan dan kemudian dikembalikan lagi sejumlah yang dihutang.[3]

Adapun pengertian hutang piutang yang lainnya yaitu memberikan sesuatu (uang atau barang) kepada seseorang dengan perjanjian dia akan membayar yang sama dengan itu.[4]

Pengertian hutang piutang sama dengan perjanjian pinjam meminjam yang dijumpai dalam ketentuan kitab Undang-Undang hokum perdata pasal 1754 yang berbunyi : “pinjam meminjam adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan kepada pihak yang lain suatu jumlah barang-barang tertentu dan habis karena pemakaian, dengan syarat bahwa yang belakangan ini akan mengembalikan sejumlah yang sama dari macam keadaan yang sama pula.”[5]

Dasar Hukum Hutang Piutang

Adapun yang menjadi dasar hutang piutang dapat dilihat pada ketentuan Al-Qur’an dan Al-Hadits, dalam Al-Qur’an terdapat dalam surat Al-Maidah ayat 2 yang berbunyi :

…وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (2

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.(Q.S al-Maidah : 2)”[6]

Sedangkan dalam sunnah Rasululllah SAW. Dapat ditemukan antara lain dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah sebagai berikut:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُقْرِضُ مُسْلِمًا قَرْضًا مَرَّتَيْنِ إِلاَّ كَانَ كَصَدَقَتِهَا مَرَّةً (رواه ابن ماجه

“Seorang muslim yang mempiutangi seorang muslim dua kali, seolah-olah telah bersedekah kepadanya satu kali”.[7]

Hukum memberi hutang piutang bersifat fleksibel tergantung situasi dan toleransi, namun pada umumnya memberi hutang hukumnya sunnah. Akan tetapi memberi hutang atau pinjaman hukumnya bisa menjadi wajib ketika diberikan kepada oaring yang membutuhkan seperti memberi hutang kepada tetangga yang membutuhkan uang untuk berobat karena keluarganya ada yang sakit. Hukum memberi hutang bisa menjadi haram, misalnya memberi hutang untuk hal-hal yang dilarang dalam ajaran islam seperti untuk membeli minuman keras, menyewa pelacur dan sebagainya.[8]

sumber :

[1] Poerwadarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, hal, 1136
[2] Ibid, hal 760
[3] Abu Sura’i Abdul Hadi, Bunga Bank Dalam Islam, hal. 125
[4] Chairuman Pasaribu dan Suharwadi K.Lubis, Hukum Perjanjian Dalam Islam, hal. 136
[5] R. Subekti dan R. Tjitrosudibjo, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, hal, 451
[6] Depag RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya,hal 157
[7] Chairuman pasaribu, hukum perjanjian dalam islam, h. 137
[8] NN, Hutang Piutang Menurut Ajaran Islam, http:// organisasi. Org

Minggu, 04 Maret 2012

10 Nasehat Bijak Einstein Tentang Hidup Sukses

Tak perlu bersiap-siap mengernyitkan kening, kita hanya akan membahas ringan tentang filosofi hidup singkat Einstein.

Tidak ada Fisika, nuklir, atau hal-hal jenius lainnya. Hanya hal kecil tapi sering terlupakan, padahal berpengaruh besar terhadap kehidupan kita. Apa saja nasehat bijak Einstein? Yuk kita lihat.



1. Buntuti Terus Rasa Ingin Tahu Anda
"Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja."
Membaca kutipan Einstein di atas membuat kita bertanya-tanya. Seperti apa rasa ingin tahu itu? Saya selalu bertanya-tanya mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal?

Karena itu banyak-banyaklah menghabiskan banyak waktu membaca banyak bahan. Mencari tahu koneksi berbagai hal terhadap kata 'sukses'. Mengejar jawaban rasa ingin tahu Anda adalah kunci rahasia kesukesan.

2. Tekun itu Tak Ternilai
"Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah."
Bayangkan seekor kura-kura di tengah rimba gunung, sementara dia ingin menuju pantai. Atau, apakah Anda setekun tunas mangga terus-menerus bertumbuh, berkembang sehingga akhirnya berbuah?

Ada ungkapan bagus yang popular di kalangan pegawai pos, 'Selembar prangko menjadi bernilai hanya karena ketika dia menempel pada surat hingga mengantarnya sampai ke tujuan'. Jadilah seperti prangko, selesaikan apa yang sudah Anda mulai.

3. Fokus pada saat ini.
"Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium gadis cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya itu."
Einstein kok ngomongin tentang ciuman ya? Ah, itu kan hanya istilah saja, Tapi saya ingin cerita tentang kejadian ketika sesorang menjaga kebun duren di kebun.

Begitu banyak kera seperti menunggu si penjaga lengah dan menyikat durian ranum di atas pohon. Kemudian seorang lainnya berkata, bahwa Anda tak akan bisa menembak dua kera sekaligus.

Pengertian yang bisa disimpulkan atas kata-kata tersebut adalah, 'Seseorang bisa melakukan banyak hal, tapi bukan semua hal sekaligus'.

Belajar untuk 'berada di sini, saat ini', berikan perhatian kepada apa yang sedang Anda kerjakan. Energi terfokus adalah sumber kekuatan. Itulah perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan.

4. Imaginasi adalah kekuatan
"Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan."
Ungkapan Einstein ini sangat terkenal. Apakah Anda berimajinasi setiap hari? Imaginasi lebih penting dari pengetahuan!

Imaginasi memainkan satu babak awal dalam pentas hidup masa depan Anda. Lagi, kata Einstein, "Tanda kejeneniusan sesungguhnya bukanlah pengetahuan melainkan imaginasi."

Sekali lagi, apakah Anda sudah melatih otot-otot imaginasi Anda setiap hari? Jangan biarkan otot-otot itu menjadi kurus dan sakit-sakitan.

Hidup tanpa imajinasi seperti mengikuti aliran sungai, pasrah mengikuti apapun kemauan dan ke mana arahnya. Tak memiliki kuasa atas apapun terhadap pilihan ataupun keinginan. Menyedihkan.

5. Buat Kesalahan
"Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru."
Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN.

Dua hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas, jika Anda menggunakannya dengan tepat tentunya.

Carilah sesuatu berbau baru (something new) dari kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses, belajar lebih banyak dari kesalahan Anda.

6. Hidup pada saat ini
"Saya tak pernah memikirkan masa depanitu akan datang sesaat lagi."
Satu-satunya jalan agar hidup Anda baik dimasa depan adalah hidup dengan baik pada saat sekarang. Ah, lagi-lagi nasehat bijak untuk menyikapi waktu dengan tepat oleh pakar fisika quantum Einstein.

Sangat tak mungkin mengubah kemarin karena sudah terjadi. Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah mengubah cara pandang Anda saat ini tentang kemarin agar menjadi lebih baik.

Anda juga tidak bisa mengubah besok menjadi lebih baik, kecuali jika Anda melakukan yang terbaik pada saat ini. Masalahnya hanya tentang waktu, dan waktu tidak pernah ke mana-mana kok.

7. Hargai diri Anda
"Berusahalah dengan keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga."
Tak perlu lah banting tulang untuk menjadi lebih sukes. Luangkan waktu Anda untuk menaikkan nilai diri Anda.

Jika Anda memang bernilai, sukses akan datang menghampiri Anda. Apakah Einstein bekerja lebih keras untuk sukses? Mungkin dia hanya terus menerus berinvestasi untuk meningkatkan nilai dirinya. Sukses datang sendiri kepadanya.

Kenali bakat dan berkah karunia-Nya kepada Anda. Belajarlah mengasah mereka menjadi lebih tajam, gunakan untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknyak kepada orang lain.

Bekerjalah untuk menjadi bernilai, sukses akan mengejar Anda. Apakah berlian harganya sama dengan kerikil? Anda punya jawabannya. Keduanya mengalami tekanan berbeda sehingga membedakan nilainya.

8. Jangan mengharapkan Hasil Berbeda
"Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda."
Nasehat bijak Enstein di atas adalah favorit saya. Anda jangan mengharapkan hasil menjadi lebih baik jika Anda masih bertahan dengan cara yang Anda pakai sekarang.

Dengan ungkapan lain, Anda mimpi mengharapkan otot bisep Anda menjadi lebih 'seksi' jika masih mengangkat barbel ringan terus menerus.

Jika ingin hidup Anda berubah, Anda harus berubah. Mengubah cara pikir, cara pandang dan cara melakukan sesuatu.

Ketika Anda mengubah pikiran Anda, mengubah sudut pandang Anda, mengubah tindakan Anda, hidup Anda akan berubah dengan sendirinya.

Bayangkan hal berikut: Ada seorang gadis manis tepat di depanmu. Bandingkan kedua aksi berikut. Pertama, kamu senyum tulus, reaksi si gadis adalah membalas senyummu. Kedua, kamu melotot padanya, bisa ditebak apa reaksi si gadis?

9. Pengetahuan terasah melalui Pengalaman
"Informasi bukanlah pengetahuan. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman."
Pengetahuan itu berasal dari pengalaman. Anda bisa mendiskusikan sebuah proyek, tapi diskusi itu hanya akan memberi Anda informasi.

Anda harus melakukan proyek tersebut untuk 'tahu' apakah proyek tersebut berjalan dengan benar atau tidak.

Anda harus melakukannya untuk mengatasi munculnya masalah-masalah ditengah proyek berjalan. Itu membuat Anda memiliki pengalaman baru dan bermanfaat.

Apa pesan Einstein? Carilah pengalaman! Jangan habiskan waktumu nonton sinetron cinta sementara dirimu setengah mati menginginkan pacar, misalnya. Keluar dari duniamu sekarang dan pengalaman tak ternilai menunggumu di luar sana.

10. Pahami Aturan Main, Lalu Bermainlah Lebih Baik
"Anda harus memahami aturan permainan. Kemudian Anda harus bermain lebih baik daripada pemain lain."
Bagi Einstein, dia cukup memahami aturan-aturan dasar Fisika lalu berpikir dan bekerja lebih baik dibanding fisikawan lainnya. Sederhananya, Anda cukup melakukan dua hal saja.

Pertama, yang harus Anda lakukan adalah memahami 'peraturan' bagaimana cara Anda melakukannya.

Kedua, lakukan pekerjaan tersebut lebih baik dibanding orang lain. Jika Anda mampu melakukan dua hal ini dengan baik, sukses pasti masuk ke kantong Anda

Rabu, 22 Februari 2012

WASIAT RASULULLAH KEPADA SAYIDINA ALI

Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, "Rasulullah saw berwasiat kepadaku dengan sabda Baginda":
"Ya Ali! Tidak ada kefakiran yang lebih hebat daripada kebodohan. Tidak ada harta yang lebih berharga daripada aqal. Tidak ada kesepian yang lebih sunyi daripada ujub (rasa kagum pada diri sendiri). Tidak ada kekuatan yang lebih hebat daripada musyawarah. Tidak ada wara' yang lebih baik daripada menahan diri. Tidak ada keindahan selain akhlak dan tidak ada ibadah yang melebihi tafakur."
"Ya Ali! Segala sesuatu itu ada penyakitnya. Penyakit berkata-kata adalah bohong. Penyakit ilmu adalah lupa. Penyakit ibadah adalah riak. Penyakit akhlak adalah memuji diri sendiri. Penyakit pemurah adalah menyebut-nyebut pemberian. Penyakit bangsawan adalah merasa bangga. Penyakit malu adalah lemah. Penyakit mulia adalah menonjolkan diri. Penyakit kaya adalah kikir dan berlebih-lebihan, dan penyakit agama adalah hawa nafsu."
"Ya Ali! Perbanyakkanlah membaca Surah Yassin, kerana dalam membacanya itu terdapat sepuluh macam keberkatan. Tidak ada orang yang membacanya waktu lapar atau puasa melainkan kenyang. Haus kecuali hilang hausnya. Tidak memiliki pakaian melainkan ia akan memperolehi pakaian. Merasa takut kecuali datang rasa aman. Di penjarakan melainkan ia akan keluar dari penjara. Bujang melainkan ia akan berkahwin. Sewaktu musafir matanya menjadi terang dalam perjalanan. Tidak membacanya orang yang kehilangan sesuatu benda melainkan mendapatkannya kembali. Tidak dibacakan ia ke atas orang yang akan hampir ajalnya melainkan diringankan baginya. Barangsiapa yang membacanya di waktu subuh nescaya ia akan aman sehingga petang, dan barangsiapa yang membacanya di waktu petang nescaya ia akan berada di dalam keadaan aman sehinggalah waktu pagi." "Ya Ali! Bacalah Surah Hammim Ad-Dukhaan pada malam Jumaat, nescaya Tuhan memberikan keampunan kepadamu."
"Ya Ali! Bacalah Surah Hasyar nescaya engkau berkumpul pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala sesuatu."
"Ya Ali! Bacalah Surah Tabaraka dan As-Sajadah nescaya berkat keduanya engkau diselamatkan Tuhan daripada bahaya hari kiamat."
"Ya Ali! Bacalah Qulhuwallahu Ahad dalam keadaan engkau berwudhuk, nescaya engkau akan di seru pada hari kiamat; Hai pemuji Tuhan! Bangkitlah, maka kemudian masuklah ke dalam syurga!"
"Ya Ali! Bacalah Surah Al-Baqarah, kerana sesungguhnya dalam membacanya itu ada membawa keberkatan, dan tidak mahu membacanya membawa penyesalan. "Ya Ali! Janganlah engkau bersetubuh dengan isterimu pada malam bulan sabit baru muncul, dan jangan pula pada pertengahan bulan, kerana di khuatirkan anakmu akan cacat."
Aku (Ali) bertanya: Kenapa demikian ya Rasulullah? Jawap Baginda: "Kerana Jin banyak mendatangi wanita-wanita pada malam tengah bulan dan pada malam Hilal (bulan sabit). Apakah engkau tidak perhatikan bahawa orang-orang gila itu boleh muncul penyakitnya kembali pada malam tengah bulan dan malam Hilal itu? "Ya Ali! Jauhilah sengketa, kerana ia akan menghapuskan amalan-amalan engkau." "Ya Ali! Segeralah bersedekah, kerana bala bencana itu tidak dapat melangkah mendahului sedekah."
"Ya Ali! Jauhilah kemarahan, kerana syaitan menguasai anak cucu Adam dalam keadaan ia marah." "Ya Ali! Jauhilah olok-olok, kerana hal itu akan menghilangkan kehebatan anak cucu Adam dan kesungguhannya." " Ya Ali! Jauhilah riba, kerana padanya terdapat enam perkara, tiga di dunia dan tiga di akhirat. Adapun tiga di dunia; 1. Ia akan cepat memusnahkan harta.
2. Ia akan melenyapkan kekayaan
3. Ia akan menghapuskan rezeki.
Adapun yang tiga di akhirat ;
1. Ia akan membawa buruk perhitungan (hisab).
2. Ia akan membawa kemurkaan Allah swt.
3. Kekal di dalam neraka."
"Ya Ali! Cintailah fakir miskin, nescaya Allah akan cinta pula kepadamu."
"Ya Ali! Janganlah engkau bentak fakir miskin, nescaya engkau akan di bentak pula oleh Malaikat pada hari kiamat." "Ya Ali! Janganlah engkau abaikan sedekah, kerana ia akan menolak kejahatan dari dirimu."
"Ya Ali! Keluarkan infak hartamu dan berikan kelapangan kepada keluargamu, dan janganlah khuatir terhadap Tuhan yang memiliki Arasy bahawa Ia akan menyediakan kurnia-Nya terhadapmu." "Ya Ali! Janganlah berdusta, kerana dusta itu menghitamkan muka. Bila seseorang sentiasa berdusta, dia akan dinamakan disisi Tuhan "si pendusta", dan bila dia benar maka akan dinamakan disisi Tuhan sebagai orang yang "benar" (siddiq). Sesungguhnya berdusta itu akan menjauhkan Iman. "Ya Ali! Kuasailah lisanmu dan biasakanlah bicara yang baik, kerana tidak ada yang lebih berbahaya bagi manusia pada hari kiamat melebihi ketajaman lisannya."
"Ya Ali! Jauhilah sifat dengki, kerana dengki itu memakan segala kebajikan sebagaimana api memakan kayu bakar". (Hadis Riwayat At-Tirmidzi dan An-Nasa'i)