http://compteur.cc/

Rabu, 21 Desember 2011

Ilmuwan Gunakan Monyet untuk Pantau Radiasi Nuklir

TOKYO - Para ilmuwan di Jepang mengambil pendekatan baru untuk mengukur dampak radiasi dalam hutan yang dipengaruhi oleh krisis nuklir di Fukushima, mereka pun meminta bantuan dari monyet liar setempat. Takayuki Takahashi, seorang profesor teknologi robot di Fukushima University, mengatakan kepada CNN, timnya sedang bekerja di sebuah tempat yang dilengkapi dengan dosimeter untuk mengukur tingkat radiasi yang dapat dipasang pada monyet sebelum mereka dilepaskan kembali ke alam liar. Perangkat eksperimental, yang juga akan meliputi pelacakan GPS dan perangkat untuk mengukur ketinggian. Alat ini akan melekat pada sebanyak tiga monyet di hutan Minami Soma. Hewan ini diharapkan untuk memakai alat tersebut selama sekitar satu bulan. Ini kemudian akan dilepas oleh para peneliti menggunakan teknologi remote control dan dikumpulkan, sehingga data dapat dianalisis. Takahashi mengatakan percobaan tersebut akan membantu para peneliti memahami bagaimana radiasi di hutan dapat mempengaruhi manusia, serta hewan liar. "Kami ingin tahu berapa banyak dampak radiasi terhadap alam, seperti hutan, sungai, air bawah tanah dan laut," katanya, seperti dikutip Kamis (15/12/2011). "Kami akan menggambar peta untuk menampilkan gerakan radioaktivitas." Dia mengatakan akan memberikan perhatian khusus kepada hewan-hewan liar yang berpotensi terkena dampak krisis nuklir yang diikuti gempa bumi dahsyat dan tsunami yang melanda pantai timur laut Jepang dan reaktor nuklir yang rusak di pabrik Daiichi Fukushima. Sementara para ilmuwan telah memantau tingkat radiasi dari udara, penggunaan monyet sebagai 'asisten' akan memberi mereka gambaran yang lebih jelas kondisi di lapangan. Proyek ini merupakan gagasan dokter hewan Toshio Mizoguchi, dari Pusat Rehabilitasi Satwa Liar Fukushima, yang ingin menemukan cara untuk memantau efek radiasi pada hewan liar di daerah Fukushima.