http://compteur.cc/

Kamis, 29 Desember 2011

Krisis Politik Suriah Ternyata Dikompori Media Massa Barat

Tim pemantau Liga Arab tidak menemukan hal-hal apapun yang menakutkan selama kunjungan awal di Homs, yang merupakan pusat kerusuhan di Suriah. Diduga ada distorsi informasi yang dilakukan media Barat untuk memperburuk posisi Presiden Assad dan Suriah di kancah internasional. Kepala Tim Pemantau Umum Mustafa Dabi menggambarkan situasi di kota pusat sebagai meyakinkan. Dabi mengatakan investigasi lebih banyak diperlukan. Para pengamat juga berencana untuk mengunjungi kota terdekat Hama serta provinsi barat laut Idlib dan provinsi Deraa di selatan. Sementara itu, pihak berwenang Suriah mengatakan mereka telah merilis 755 orang yang ditahan selama kerusuhan. Melepaskan tahanan merupakan bagian dari perjanjian pemerintah dengan Liga Arab untuk meredakan krisis. PBB mengatakan lebih dari 5 ribu orang telah tewas dalam kekerasan selama 9 bulan terakhir. Damaskus mengatakan korban diantaranya 2 ribu pasukan keamanan. Pihak luar negeri menyalahkan banyaknya kematian akibat adanya kelompok bersenjata. Direktur Pusat Penelitian Globalisasi yang berbasis di Montreal Prof Michel Choosudovsky, dalam wawancaranya dengan Press TV, mengatakan kekisruhan yang terjadi di Negara berdaulat Suriaah adalah akibat adanya pemberontakan bersenjata dan campur tangan asing. “ Dalam beberapa bulan terakhir, situasi di lapangan ternyata berbeda dengan yang media massa laporkan,” ungkap Michel sembari menyatakan yang dimaksud media adalah media Barat. Michel mengatakan adanya distorsi informasi itu akibat media Barat mendapatkan sumbernya dari observatorium Suriah yang berbasis di London. “ Dan kita tahu (keberadaan observatorium) didukung oleh aliansi militer Barat dan yang punya hubungan permanen dengan kantor luar negeri AS,”