http://compteur.cc/

Kamis, 28 Juni 2012

4 Tips Agar Anak Menghargai Uang


Image

 Perilaku yang bijak dalam memegang uang sangat penting dimiliki oleh setiap orang, bahkan perlu diajarkan ke anak-anak. Sejak dini, mereka perlu belajar bagaimana cara menyimpan uang dan mengeluarkannya dengan bijak, sehingga kebiasaan ini dapat terus terbawa hingga dewasa nanti. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mendorong anak memiliki perilaku finansial yang sehat:

1. Buat anak berusaha untuk mendapatkan uang

Ketika anak ingin mendapatkan uang, Anda bisa menyuruhnya melakukan beberapa pekerjaan ekstra. Perlu diingat, pekerjaan ekstra ini bukanlah pekerjaan yang sebenarnya wajib ia lakukan sebagai bagian dari keluarga. Sebagai ide, Anda bisa memintanya mengumpulkan majalah atau koran bekas yang menumpuk di gudang, kemudian mengikatnya jadi satu, dan menjualnya ke tukang loak. Atau, Anda mendorongnya untuk membuat kerajinan tangan yang kemudian dijual di bazaar sekolah. Dengan begitu anak akan belajar bahwa untuk mendapatkan uang mereka harus berusaha dan bekerja sebaik mungkin. Begitu uang hasil jerih-payah sudah di tangan, mereka akan berpikir dua kali saat akan menggunakannya.

2. Berikan mereka uang jajan

Uang jajan memang akan membuat mereka bisa membeli apa yang diinginkan, tapi ini juga akan menjadi alat pembelajaran yang baik untuk anak dalam hal finansial. Jika anak sudah cukup besar, Anda bisa memberinya anggaran uang jajan mingguan atau bulanan, disertai dengan pesan bahwa Anda tidak akan memberi mereka lagi apabila uang itu sudah habis sebelum waktunya. Kondisi ini mendorong anak untuk belajar berhitung, dan mengeluarkan uang secara terencana.

3. Arahkan untuk lebih menggunakan transaksi tunai

Teknologi perbankan di masa sekarang memungkinkan anak untuk membawa kartu sebagai alat ganti pembayaran.Namun, ada baiknya Anda tetap membiasakan mereka untuk membawa uang tunai, karena saat berbelanja mereka akan melihat ketika uang yang dibawanya berkurang. Jadi, mereka akan didorong untuk membeli barang yang benar-benar diperlukan saja.

4. Berikan contoh yang baik pada anak

Anak tidak akan belajar berhemat atau mengeluarkan uang dengan bijak, bila sehari-harinya melihat Anda sangat boros. Karenanya, sebelum Anda mulai mengajar mereka untuk bijak secara finansial, sebaiknya Anda terlebih dulu juga meninjau sejauh mana kemampuan Anda mengelola keuangan. Hal ini akan memberikan dampak langsung pada anak, ketimbang hanya kata-kata belaka.