http://compteur.cc/

Selasa, 28 Agustus 2012

peranan kepercayaan diri siswa / remaja jika dilihat dari sudut pandang ekonomi

muapsein.blogspot.com -


Masa remaja merupakan masa gejolak dimana seseorang menghadapi banyak persoalan dan tantangan, konflik serta kebingungan dalam proses menemukan diri dan menemukan tempatnya di masyarakat

salah satu kelemahan generasi muda adalah kurangnya rasa percaya diri. Pernyataan ini didukung oleh penelitian Afiatin dkk tahun 1997 (dalam Rizkiyah, 2005), bahwa permasalahan yang banyak dirasakan dan dialami oleh remaja pada dasarnya disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri.

individu yang tidak percaya diri biasanya disebabkan karena individu tersebut tidak mendidik diri sendiri dan hanya menunggu orang melakukan sesuatu kepada dirinya. Percaya diri sangat bermanfaat dalam setiap keadaan, percaya diri juga menyatakan seseorang bertanggung jawab atas pekerjaannya.

Karena semakin individu kehilangan suatu kepercayaan diri, maka akan semakin sulit untuk memutuskan yang terbaik apa yang harus dilakukan pada dirinya. Sikap percaya diri dapat dibentuk dengan belajar terus, tidak takut untuk berbuat salah dan menerapkan pengetahuan yang sudah dipelajari.

kepercayaan diri adalah anggapan seseorang tentang kompetensi dan keterampilan yang dimiliki serta kesanggupan untuk menangani berbagai macam situasi
seseorang individu akan dapat mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya dengan yakin dan mantap.

Kepercayaan yang tinggi sangat berperan memberikan sumbangan yang bermakna dalam proses kehidupan seseorang, proses kehidupan akan berjalan jika manusia dapat memenuhi semua kebutuhan dasar hidupnya

kebutuhan dasar hidup manusia terbagi atas lima tingkatan, yaitu kebutuhan fisiologis seperti kebutuhan untuk makan, minum, berpakaian dan tempat tinggal, kebutuhan keamanan seperti kebutuhan untuk memperoleh keselamatan, keamanan, dan mendapatkan jaminan hidup, kebutuhan sosial seperti kebutuhan untuk disukai dan menyukai, dicintai dan mencintai, bergaul, berkelompok, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, kebutuhan akan harga diri seperti kebutuhan memperoleh kehormatan, penghormatan, pujian, prestasi, penghargaan, dan pengakuan, serta kebutuhan akan aktualisasi diri seperti kebutuhan untuk memperoleh kebanggaan dan kekaguman.

faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi individu, salah satunya adalah apabila individu percaya bahwa dirinya mampu untuk melakukan sesuatu, maka individu akan termotivasi untuk melakukan hal sehingga berpengaruh dalam bertingkah laku.

seseorang yang mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi cenderung mempunyai tingkat tingkat kepercayaan diri yang tinggi, tanggung jawab, dan aktif dalam kehidupan sosial.

Dengan kepercayaan diri, inidividu dapat memotivasi dirinya mengenai pola pikirnya, sikap dalam mengambil keputusan, nilai-nilai moral, sikap dan pandangan, harapan dan aspirasi serta katakutan dan kesedihannya
Setelah lulus dari sekolah SMA / SMK setiap individu akan ada yang melanjutkan berkuliah dan ada pula yang mencari kerja untuk mengumpulkan dana untuk kuliah

Semakin bertambahnya pengangguran menjadikan keadaan Indonesia saat ini akan semakin memburuk, hal ini akan bertambah buruk jika keadaan ini tidak segera diatasi, disamping itu pula naiknya harga-harga kebutuhan  pokok dan tarif masuk perguruan tinggi yang semakin mahal tidak bisa di tolak, hal inilah yang akan mendorong siswa SMA / SMK yang tidak mempunyai dana untuk kuliah untuk segera lulus dan dapat mancari pengahasilan sendiri dengan ilmu dan ketrampilan yang sudah dimiliki seperti  berwirausaha.

Berwirausaha merupakan salah satu pilihan yang rasional mengingat sifatnya yang mandiri, sehingga tidak tergantung pada ketersediaan lapangan kerja yang ada.

Salah satu faktor pendukung wirausaha adalah adanya keinginan dan sedikit modal serta dukungan dari orang orang terdekat siswa tersebut

Fishbein dan Ajzen (1975) disebut sebagai intensi yaitu komponen dalam diri individu yang  mengacu pada keinginan untuk melakukan tingkah laku tertentu. Intensi adalah hal - hal yang diasumsikan dapat menangkap faktor - faktor yang memotivasi dan yang berdampak kuat pada tingkah laku,  intensi juga merupakan suatu kebulatan tekad untuk melakukan aktivitas tertentu atau menghasilkan keadaan tertentu di masa depan. Intensi menurutnya adalah bagian vital dari self regulation individu yang dilatar belakangi oleh  motivasi seseorang untuk bertindak.

Pada kenyataannya banyak lulusan sekolah menengah yang belum siap bekerja dan menjadi pengganguran, beberapa diantaranya lebih senang menjadi pegawai atau buruh dan hanya sedikit sekali yang tertarik untuk berwirausaha

Ada beberapa hal mengapa siswa SMA /  SMK yang tidak tertarik berwirausaha setelah lulus adalah karena tidak mau mengambil resiko, takut gagal, tidak memiliki modal dan lebih menyukai bekerja pada orang lain. Alasan tersebut bertentangan dengan tujuan individu masuk sekolah kejuruan yang ingin cepat bekerja dan ingin membuka usaha sendiri. Lebih lanjut dijelaskan bahwa siswa tidak tertarik berwirausaha karena kurang memiliki motivasi dan tidak memiliki semangat serta keinginan untuk berusaha sendiri.
Bagi yag takut untuk menjadi wira usaha Siswa akan melamar pekerjaan

Keadaan tidak percaya diri sering menghinggapi orang yang baru memasuki dunia kerja. Gejala tidak percaya diri yang sering terjadi ketika seseorang memasuki dunia kerja, antara lain sering dihantui  oleh suatu keyakinan bahwa mencari kerja pada zaman sekarang adalah suatu hal yang sangat sulit dan timbulnya rasa pesimis ketika menghadapi saingan yang banyak dan persaingan yang ketat, serta takut gagal ketika melamar kerja, ditambah lagi merekapun harus bersaing dengan lulusan perguruan tinggi ( Mahasiswa )yang memiliki ilmu dan pengalaman lebih banyak dari pada mereka .

Untuk itu pentingnya kepercayaan diri guna meyakinkan diri  pencari kerja terhadap segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan membuat merasa mampu untuk bisa mengatasi masalah dan mencapai berbagai tujuan di dalam hidupnya.Seorang pencari kerja yang mempunyai rasa percaya diri akan berpikir positif bahwa dirinya bernilai dan mampu mendapatkan pekerjaan yang diharapkan dengan pasti.