http://compteur.cc/

Sabtu, 17 Desember 2011

Investment Grade, BI Incar Dana Pensiun Asing


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai, status investment grade akan membuat investor asing menanamkan modalnya di Indonesia dalam jangka panjang. Salah satu di antaranya adalah dana pensiun asing yang akan mulai menanamkan modalnya di Indonesia.

"Investment grade membawa beberapa implikasi, pertama persepsi pasar yang walau bukan sesuatu yang tahan lama tetapi pengaruhnya membawa persepsi baik kepada perekonomian. Implikasi kedua, itu kalau negara sudah investment grade pemilik dana jangka panjang menjadi lebih terbuka untuk ke sini (menanamkan modal)," ungkap Gubernur BI Darmin Nasution ditemui di Hotel Hyatt, Jakarta, Jumat (15/12/2011).

Di negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat (AS), menurut Darmin, pemilik dana jangka panjang yang mengelola banyak uang seperti dana pensiun merasa sulit untuk menempatkan dananya di negara-negara yang belum masuk peringkat investment grade.

"Dengan kita investment grade, terbuka kemungkinan mengelola dana jangka panjang untuk menempatkan dana. Sifat capital inflow berubah, dari yang tadinya banyak jangka pendek dan spekulatif menjadi jangka panjang," lanjutnya.

Jika dana yang ditempatkan di pasar modal lebih bersifat jangka panjang, gejolak pasar finansial terhadap situasi krisis di pasar global pun relatif akan lebih tenang. Darmin, juga menyebut investment grade akan berpengaruh terhadap perusahaan-perusahaan di Indonesia.

"(Implikasi) ketiga, grade dari suatu negara berpengaruh kepada grade perusahaan-perusahaan. Perusahaan terbaik kita ikut terangkat. Ketika menerbitkan obligasi, misalnya, mereka dapat lebih murah (membayar yield obligasi). Pada dasarnya itu bentuk benefit yang bisa kita harapkan," lanjut Darmin.

Di pergerakan rupiah, dengan memegang rating investment grade Indonesia juga akan diuntungkan dengan pergerakan nilai tukar rupiah khususnya terhadap dolar (AS). "Termasuk dengan kurs (dolar). Kalau gejolak tinggi, kurs lebih volatile, kalau gejolak rendah, kurs bisa tidak volatile," tandas dia. (wdi)