http://compteur.cc/

Rabu, 21 Desember 2011

Kura-kura Saling Berkomunikasi Sebelum Menetas

CANBERRA - Para ilmuwan percaya bahwa bayi kura-kura dapat berkomunikasi satu sama lain sebelum mereka menetas dan dapat mengatur untuk muncul dari telur mereka pada waktu yang sama. Sebuah studi dari Australia Murray, kura-kura berleher pendek, menemukan embrio mencocokkan penetasan mereka untuk mencegah kura-kura kecil muncul sendirian dan di serang predator seperti rubah. Hal ini diyakini pada kura-kura yang belum menetas, terletak tertutup dalam sarang mungkin bisa merasakan getaran jantung masing-masing atau mendeteksi gas yang dipancarkan dari napas. "Saya cukup yakin mereka tidak duduk bersama mengobrol satu sama lain, tapi tidak ada yang benar-benar tahu," ujar Dr Ricky Spencer, salah satu penulis studi terbaru, seperti dikutip Telegraph, Jumat (2/11/11). Para peneliti dari University of Western Study mengatakan posisi embrio dibawah sarang, dimana suhu lebih rendah sehingga memiliki mekanisme 'catch-up' yang memungkinkan mereka mengatasai masa inkubasi mereka yang lama. Namun, sifat yang tepat dari mekanisme tetap tidak diketahuai. "Mereka mungkin mengisyaratkannya di detak jantung," kata Spencer pada ABC Radio. Dia melanjutkan, "Mereka semua menyentuh satu sama lain dalam sarang, sehingga mungkin ada getaran di sana. Sebuah lingkungan sarang dengan banyak rongga tertutup, di mana pertukaran gas mungkin menjadi isyarat ketika mereka bernafas." Para peneliti mempelajari kura-kura dengan membagi kopling telur menjadi dua dan inkubasi mereka pada suhu yang berbeda. Mereka kemudian menyatukan telur setelah seminggu dan menganalisis tingat jantung embrio dan tingkat metabolisme. Selama sepertiga terakhir dari periode inkubasi, embrio yang lebih dingin mempercepat detak jantung dan metabolisme serta menetas dalam beberapa hari dari yang lebih hangat. "Mereka meningkatkan perkembangan pada dasarnya secara independen terhadap suhu dan memungkinkan mereka untuk menetas lebih awal." tandas Spencer.