http://compteur.cc/

Kamis, 29 Desember 2011

Pola Keuangan Gagal versus Pola Keuangan Sukses

Jika bicara soal uang, kebanyakan orang lebih dikendalikan alam bawah sadarnya, daripada alam sadarnya. Alam bawah sadar kebanyakan orang tentang uang adalah: Tambah pendapatan; Tambah kesenangan; Tambah konsumsi. Berdasarkan prioritasnya, pola utama pengeluaran uang adalah: pertama, konsumsi, kedua bayar utang, ketiga menabung (bila ada sisa), dan keempat bederma (sekedarnya). Dengan pola pengeluaran seperti itu, tak heran jika prioritas ketiga (menabung) tidak mendapat jatah anggaran. Prioritas keempat pun benar-benar dijalankan sekadarnya saja. Pola keuangan ini membuat Anda hidup hanya untuk utang dan konsumsi. Kedua hal ini memang memberikan kesenangan. Bagaimana dengan masa depan? Banyak orang yang tidak memikirkan, apalagi merencanakannya. Akibatnya, ketika usia makin tua dan beban financial makin besar, banyak orang yang terjebak dalam masalah yang banyak. Mereka menganggap ada harapan dari anak-anak. Tapi dalam banyak fakta, anak-anak kerap mempunyai masalah finansialnya sendiri, sehingga kerap tak mampu menopang kebutuhan ekonomi orangtuanya. Kecuali, hanya sekadarnya. Untuk mencegah hal itu, lakukan perubahan pola keuangan menjadi pola keuangan sukses. Sekarang juga. Dengan mengubah pola keuangan, Anda jadi punya kesempatan untuk merencanakan masa depan pribadi dan keluarga serta mempersiapkan masa tua yang tidak lagi produktif. Jadi tidak menjadi beban anak-anak di usia tua, Anda justeru menjadi solusi masalah mereka, termasuk masalah financial. Kehormatan Anda pun terjaga. Inilah perubahan pola keuangan jadi Pola Keuangan Sukses. PRIORITAS 1 2 3 4 AWAL Konsumsi Utang Menabung Derma DIUBAH JADI Derma Menabung Utang Konsumsi DERMA Derma menjadi prioritas utama, karena secara financial, derma adalah untuk kepentingan Anda di masa depan yang abadi. Memang ini berkaitan dengan keyakinan kita. Tetapi percayalah, banyak orang yang telah melakukannya, dan mereka meraih manfaat berlipat ganda. Manfaat pertama dirasakan oleh orang/organisasi yang kita beri derma. Mereka terbantu secara financial. Masalah-masalah mereka berkurang karena derma kita. Manfaat derma pun bisa kita rasakan. Memang keyakinan kita mengatakan, dengan bederma kita akan mendapat pahala di akhirat nanti. Tapi kenyataannya, manfaat derma pun bisa kita dapat di dunia ini. Di pengalaman saya, dengan bederma banyak pintu pendapatan terbuka. Seringkali dari arah yang tidak diduga-duga. MENABUNG Menabung adalah untuk masa depan kita di dunia. Masa depan lebih penting dari masa kini dan masa lalu. Selain itu, banyak manfaat yang bakal kita dapat. Modal untuk mendapat sumber pendapatan baru yang bisa memberi pendapatan yang terus meningkat. Persiapan masa tua. Persiapan bila ada kebutuhan mendadak. Sumber proteksi masa depan. Sumber untuk membiayai kesenangan masa depan. Sumber kontribusi kita di masyarakat, dan lain-lain. BAYAR UTANG Utang pasti terjadi di masa lalu, tetapi bebannya harus kita tanggung di masa kini dan masa depan. Utang pun berpotensi melemahkan kita secara mental, emosional dan finansial. Apalagi utang-utang yang berlipat akibat adanya bunga utang. Karena itu, bereskanlah terlebih dahulu. Anda mungkin bertanya,” Mengapa utang setelah menabung?” Karena menabung lebih penting dari membayar hutang. Menabung itu untuk masa depan Anda. Sedang bayar utang adalah untuk masa lalu Anda. Masa depan lebih penting dari masa lalu. Kecuali jika jumlah dan kondisi utang Anda sudah parah. Maka bayar utang menjadi prioritas utama. KONSUMSI Konsumsi menjadi prioritas terakhir karena beberapa alasan, yaitu: Uang untuk konsumsi langsung habis begitu dibelanjakan. Ia tidak member efek jangka panjang. Banyak pos konsumsi yang bisa kita tawar. Dengan menjadikan pos konsumsi jadi prioritas terakhir, kita otomatis sedang mengendalikan nafsu konsumsi kita. Bukankah kita tak bisa bederma, menabung, dan bayar utang, karena nafsu konsumsi tak terkendali?