http://compteur.cc/

Jumat, 06 Januari 2012

"Indonesia Belum Butuh Capital Control"

JAKARTA- Pemerintah dinilai belum perlu melakukan capital control di Indonesia. Hal ini, dikarenakan sistem yang mengharuskan investor menahan portofolionya di pasar keuangan di Indonesia ini, hanya akan berakibat negatif pada perekonomian. "Capital control hanya akan merugikan pasar, jangan sampai pemerintah menerapkannya di Indonesia," ungkap Chief Economist BRI Ryan Kiryanto ketika dihubungi Okezone di Jakarta, Kamis (5/1/2012). Menurut Ryan, belajar dari pengalaman beberapa negara yang telah melakukan capital control sebelumnya, seperti Thailand dan Malasyia, sistem ini belum tentu berhasil. "Thailand hanya satu hari menerapkan capital control. Malasyia-pun hanya menerapkan semi capital control. Itupun dilakukan karena mata uang mereka dijaga terus," lanjut dia. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sebagai pemegang kekuasaan fiskal dan moneter, dinilai telah cukup menerapkan dua kebijakan penting yang menyebabkan struktur investasi di pasar keuangan Indonesia, khususnya terdiri dari investasi jangka panjang dan bukan sekedar hot money. "Kita kan punya PBI (Peraturan Bank Indonesia) tentang Devisa Hasil Ekspor dan PBI Devisa Utang Luar Negeri harus disimpan di perbankan nasional. Ini bentuk dari protocol management krisis dari pemerintah yang bisa sharing hot money," tandasnya. (mrt) (rhs)