http://compteur.cc/

Rabu, 23 November 2011

Siap-siap, Rupiah Bisa Tembus Rp10.000 per USD

JAKARTA - Terus melemahnya rupiah saat ini dprediksi akan terjadi dalam masa menengah dan panjang, bahkan rupiah diprediksi akan menyentuh Rp10 ribu per USD.

Analis Pasar Modal Nico Omer mengatakan hal ini bisa terjadi apabila dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami penguatan terhadap mata uang utama.

"Dalam jangka menengah-panjang rupiah mungkin saja menuju ke Rp9.500 hingga Rp10.000 per USD. Ini terjadi apabila dolar AS menguat lebih lanjut terhadap mata uang utama," jelas Nico kepada Okezone di Jakarta, Rabu (23/11/2011)

Selain itu, dia mengingatkan adanya potensi dana asing yang keluar dari pasar primer alias pasar saham. "Memang ada capital outflow dari pasar modal juga," tambahnya.

Nico menambahkan, terus melemahnya rupiah saat ini disebabkan oleh dipangkasnya suku bunga acuan atau BI Rate oleh Bank Indonesia. Menurutnya, memang akan menurunkan suku bunga kredit, namun sisi lain dari pemangkasan suku bunga ini adalah melemahnya rupiah.

"Seperti sebelumnya, kebijakan moneter BI dengan memangkas suku bunga sebesar 50 bps dalam jangka menengah-panjang bisa backfire dalam bentuk pelemahan rupiah," pungkasnya.

Pergerakan rupiah hari ini cenderung bergerak melemah. Nilai tukar mata uang Tanah Air ini sempat menyentuh di atas Rp9.100 per USD dan bahkan nyaris mendekati level Rp9.200 per USD.

Berdasarkan kurs tengah BI, Rabu (23/11/2011), rupiah berada di posisi Rp9.035 per USD. Sementara menurut yahoofinance, rupiah di kisaran Rp9.053 per USD setelah sebelumnya berada di posisi Rp9.100-an.

Adapun pergerakan rupiah pada hari ini di kisaran Rp9.125-Rp9.225 per USD, di mana hingga rentang waktu 52 minggu rupiah bergerak di kisaran Rp8.790-Rp9.225 per USD.